Jumat, 01 January 2016
Siapa yang kira, di antara kedamaian dan kesejukan lereng Merapi berdiri sebuah museum yang merupakan museum terbaik Indonesia pilihan wisatawan di website Trip Advisor. Museum Ullen Sentalu, begitulah nama yang terpampang di depan. Terletak di Jalan Boyong, Kaliurang, Museum Ullen Sentalu menyimpan aneka koleksi menawan mengenai budaya Jawa peninggalan Kerajaan Mataram.
Sempet sarapan nasi
gudeg dirumah sodaranya Hesty sebelum mulai explore Jogja. Tujuan gue Cuma 1
sih. Pengen ke Museum Ullen Sentalu.
Ternyata lokasinya
gak terlalu jauh dari Sleman. Nyampe disana, pas mau sholat Jumat. Jadi abang
ama yoga sholat, kita jalan ke tlogo putri. Secara museum baru di buka untuk
umum jam 13.00. soalnya RI 2 lagi berkunjung. Beeuuhh..
Nanjak menuju tlogo
Putri yang ada air terjunnya itu lumayan juga, secara kita pada gak pake sepatu
yang nyaman. And nyampe disana, air terjunnya keriiiing dooong… huhahaha..
untung ada area bermain anak-anak, jadi sembari nunggu yang jumatan, anak-anak
bisa main dulu. After that, heading to Ullen Sentalu museum.. yihaaaa…
Siapa yang kira, di antara kedamaian dan kesejukan lereng Merapi berdiri sebuah museum yang merupakan museum terbaik Indonesia pilihan wisatawan di website Trip Advisor. Museum Ullen Sentalu, begitulah nama yang terpampang di depan. Terletak di Jalan Boyong, Kaliurang, Museum Ullen Sentalu menyimpan aneka koleksi menawan mengenai budaya Jawa peninggalan Kerajaan Mataram.
Hawa sejuk dan suasana alam pegunungan bikin kita nyaman. Museum ini berbeda dari museum-museum lain yang ada di Yogyakarta. Bukan salah satu museum yang membosankan. Contohnya, koleksi-koleksi museum ini tidak diberi label. Jadi, museum ini mengandalkan tour guide untuk menjelaskan segala sesuatu yang ada disana.
Tentunya, mendengarkan penjelasan dari seorang tour guide saat mengunjungi sebuah museum jauh lebih menarik daripada sekedar melihat-lihat berbagai benda koleksi museum yang diberi label.
Di Museum Ullen Sentalu terdapat banyak ruangan, yang meliputi:
1. Ruang Selamat Datang, yang merupakan ruang penyambutan tamu/pengunjung museum.
2. Ruang Seni Tari dan Gamelan, yang berisi seperangkat gamelan yang dihibahkan oleh seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta.
3. Ruang Guwa Sela Giri, yang merupakan ruangan yang dibangun dibawah tanah. Di ruangan ini dipamerkan karya-karya lukis dokumentasi tokoh-tokoh dari Dinasti Mataram.
4. Ruang Syair, yang menampilkan syair-syair yang ditulis oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam pada tahun 1939-1947.
5. Royal Room Ratu Mas, yaitu ruangan yang dipersembahkan untk permaisuri Sunan Paku Buwana X.
6. Ruang Batik Vorstendlanden, yang menampilkan koleksi batik.
7. Ruang Batik Pesisiran, yang juga berisi koleksi kain batik.
8. Ruang Putri Dambaan, yang menampilkan koleksi foto pribadi putri tunggal Mangkunegara VII dari kecil hingga menikah.
9. Sasana Sekar Bawana, yang berisi beberapa lukisan raja Mataram.
2. Ruang Seni Tari dan Gamelan, yang berisi seperangkat gamelan yang dihibahkan oleh seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta.
3. Ruang Guwa Sela Giri, yang merupakan ruangan yang dibangun dibawah tanah. Di ruangan ini dipamerkan karya-karya lukis dokumentasi tokoh-tokoh dari Dinasti Mataram.
4. Ruang Syair, yang menampilkan syair-syair yang ditulis oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam pada tahun 1939-1947.
5. Royal Room Ratu Mas, yaitu ruangan yang dipersembahkan untk permaisuri Sunan Paku Buwana X.
6. Ruang Batik Vorstendlanden, yang menampilkan koleksi batik.
7. Ruang Batik Pesisiran, yang juga berisi koleksi kain batik.
8. Ruang Putri Dambaan, yang menampilkan koleksi foto pribadi putri tunggal Mangkunegara VII dari kecil hingga menikah.
9. Sasana Sekar Bawana, yang berisi beberapa lukisan raja Mataram.
Gw suka ngedenger tour guide menjelaskan love story dari Gusti Raden Ayu (GRAy) Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani. Yang baru wafat dalam usia 94 tahun. Dia mendapat julukan 'De Bloem van Mangkunegaran' atau kembang dari Mangkunegaran. Ceritanya bisa dibaca disini.
And geswat? Siapa yang jaga tiket dimuseum? INUNG! Anak travel waktu di Snepac, Batam. Dan gw gak ketemu dia dari tahun 2008 kalo gak salah. Waktu dia nikah dan pindah ke Jogja. What a small world!
Kelar museum, kita turun buat makan dan lanjut pulang ke Solo lagi. Secara pada mau pulang lewat jalur utara. Which is pantura lagi. Makan di penyetan yang murah (banget), trus langsung ke Solo. But sebelumnya kita sempet mampir sebentar kerumah sodaranya pak Adi dulu, bukti kalo mampir.. hehehe...
Kelar museum, kita turun buat makan dan lanjut pulang ke Solo lagi. Secara pada mau pulang lewat jalur utara. Which is pantura lagi. Makan di penyetan yang murah (banget), trus langsung ke Solo. But sebelumnya kita sempet mampir sebentar kerumah sodaranya pak Adi dulu, bukti kalo mampir.. hehehe...
Abang mo mampir beli oleh-oleh dulu, trus kita makan sate klatak yang abang bilang enak banget itu. And ternyata emang enak. Dan baru kali itu kita makan lebih dari 250rb. 20 tusuk sate, seporsi tongseng, nasi dan teh anget. Alhamdulilah kenyang..
Nyampe Solo udah malem. Farah pengen susu segar shi jack katanya. Gak dapet, akhirnya kita nyobain susu segar yan lain. Ternyata banyak yang jualan susu segar di Solo. Penasaran ama shi jack, akhirnya kita nemu pas mereka udah beberes mau tutupan. Agenda buat besok deh... huahahaha...


No comments:
Post a Comment