Pages

Subscribe Twitter
Showing posts with label pregnancy. Show all posts
Showing posts with label pregnancy. Show all posts

Tuesday, November 15, 2016

Weeks 35


Nov 14 – Nov 20
35 weeks: Your baby is about the size of a honeydew melon
Your baby, now weighing in at 5 1/4 pounds and measuring more than 18 inches, doesn't have much room to maneuver in your belly.
Baby's kidneys and liver are now fully functioning and her brain remains the most rapidly developing organ. Movements may feel like pushes and nudges, rather than rapid kicks. As baby descends downward (known as lightening), you will be able to breathe better, but it will place strain on your bladder.

Saturday, November 12, 2016

Weeks 34


Nov 07 – Nov 13

34 weeks: Your baby is about the size of cantaloupe
Your melon-sized munchkin now weighs about 4 3/4 pounds and is almost 18 inches long from head to heel.
Baby is rapidly developing into the sweet darling you have dreamed about and most organs are now mature. By now, he can hear what goes on outside the womb.  His head should be in the downward position. Space is severely cramped right now for both of you, and you may even see an errant hand or elbow jabbing your belly.

Wednesday, November 09, 2016

Waspadai Preeklampsia di Masa Kehamilan

Mengetahui penyebab dan gejala preeklamsia dapat mengurangi risiko yang membahayakan bagi ibu dan janin. Preeklamsia biasanya muncul pada usia kandungan lebih dari 20 minggu.

Preeklamsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urine. Kondisi ini dapat membahayakan organ-organ lainnya, seperti ginjal dan hati.
Jika tidak diobati, preeklamsia dapat menjadi eklamsia. Eklamsia adalah kondisi preeklamsia yang disertai kejang. Hal ini dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin, bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada bayi, preeklamsia dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan pertumbuhan janin yang terhambat. Maka dari itu penting bagi ibu hamil untuk mengetahui  gejala, penyebab, dan bagaimana cara mencegah serta mengatasi preeklamsia.  

Penyebab Preeklamsia

Plasenta adalah salah satu organ penting yang berfungsi untuk menyalurkan darah dari ibu ke bayi di dalam kandungan. Munculnya preeklamsia diduga karena adanya gangguan perkembangan pada plasenta, yang disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah pemasok plasenta.

Faktor genetik atau adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami preeklamsia juga diduga berperan dalam mekanisme penyakit ini. Namun, penyebab pasti kondisi ini belum sepenuhnya dipahami.

Pada keadaan normal, plasenta mendapatkan suplai darah yang banyak dan konstan untuk mendukung perkembangan bayi. Namun pada kondisi preeklamsia, plasenta diduga tidak mendapatkan cukup darah. Hal ini mengakibatkan suplai darah kepada bayi terganggu. Berbagai sinyal dan substansi dari plasenta yang terganggu menyebabkan tekanan darah ibu naik.


Faktor lain yang mungkin dapat memengaruhi munculnya preeklamsia, antara lain:
  • Kehamilan pertama
  • Pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
  • Mempunyai masalah medis lain, yaitu tekanan darah tinggi, diabetes, dan lupus 
  • Usia lebih dari 40 tahun
  • Jarak kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya
  • Obesitas pada awal kehamilan
  • Hamil kembar atau lebih

Gejala Preeklamsia
Preeklamsia terkadang tidak disertai dengan gejala-gejala tertentu, maka wanita hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan mengecek tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi bisa menjadi gejala awal preeklamsia. Waspadai jika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Gejala lainnya yang mungkin muncul dapat berupa sakit kepala hebat, mengalami gangguan penglihatan, terhadap cahaya, sesak napas, mual, dan muntah. Selain itu, nyeri dapat muncul pada perut bagian atas, tepatnya di bawah rusuk sebelah kanan. 

Cara Mengatasi Preeklamsia
Jika wanita hamil terdeteksi mengalami preeklamsia, dokter akan melakukan pemeriksaan kehamilan lebih sering dibandingkan pemeriksaan rutin yang biasa dilakukan. Dokter juga akan melakukan beberapa tes guna mengetahui kondisi bayi dalam kandungan.

Tata laksana preeklamsia yang paling utama adalah persalinan. Apabila usia kandungan tidak terlalu muda, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan proses kelahiran lebih cepat agar tidak membahayakan kondisi ibu dan bayi dalam kandungan.

Namun, jika usia kandungan masih terlalu muda dan preeklamsia telah terdeteksi sejak dini, dokter akan melakukan beberapa hal untuk mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi preeklamsia.

  • Menurunkan tekanan darah 
    Pada kondisi preeklamsia, tekanan darah akan tinggi, sehingga dibutuhkan perawatan yang dapat menurunkan tekanan darah  atau disebut antihipertensi. Tidak semua obat antihipertensi aman bagi ibu hamil. Jadi sebelum mengonsumsi obat tersebut, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Memberikan obat antikejang 
    Magnesium sulfat sering dipakai untuk mengatasi dan mencegah kejang. Dokter akan memberikan obat ini jika preeklamsia tergolong berat.
  • Menyarankan pemberian kortikosteroid 
    Kortikosteroid biasanya diberikan jika ibu hamil mengalami kondisi preeklamsia atau sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, dan kadar platelet rendah). Kortikosteroid dapat memperbaiki fungsi trombosit dan hati untuk mencegah persalinan terlalu awal. Selain itu, kortikosteroid juga dapat membantu mematangkan paru-paru bayi agar jika harus lahir prematur, bayi dapat bernapas dengan baik.
  • Merekomendasikan rawat inap 
    Jika preeklamsia yang dialami ibu hamil tergolong berat, kemungkinan dokter akan meminta untuk melakukan rawat inap agar dokter dapat dengan mudah mengontrol kondisi ibu hamil, bayi di dalam kandungan, dan kadar cairan amnion atau air ketuban. Kurangnya cairan ini merupakan tanda adanya masalah dengan suplai darah pada bayi.
Penting bagi seorang ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.Tujuannya agar dapat terus memonitor kondisi kesehatan diri dan bayi sehingga gangguan kehamilan seperti preeklamsia dapat diatasi sejak dini.


Sumber diambil dari Preeklampsia di Masa Kehamilan




Tuesday, November 08, 2016

08 Nov 2016 – Test Lab kedua




Kali ini beneran jalan ke puskesmas kelurahan Bangka. Secara udah nanya ama petugasnya apakah lab buka hari Selasa, dan mereka meng-iyakan. Bismillah.. semoga lancar!

Nyampe lab jam 10 kurang, nunggu 3orang langsung dipanggil keruang bidan dulu, trus nunggu lagi buat ambil darah dan urine.

Perkiraan jam 12an baru kelar, ternyata jam 11an nama gueudah dipanggil. Gak kedengeran pula! Baru ngambil hasil lab jam 11.30. Kalo tau gitu pan gue bisa pulang lebih cepet ya.. secara udah lapeer banget.

Mau makan, gak enak diruangan AC. Mau makan diluar, gak enak karena rame. Ya syudah, tunggu aja lah.

Nyampe unit, langsung makan, trus jalan ke CS buat ngambil surat keterangan huni. Lanjut ke kelurahan buat ngasih persyaratan yang diminta mereka.
Gak ribet juga lho kalo mau bikin KTP dan KK. Kalo persyaratannya lengkap, semua bakalan mudah. 

Nih ya, persyaratan untuk bikin KTP dan KK DKI Jakarta:

1.    Surat pindah dari domisili asal
2.    Surat keterangan domisili dari pengelola (suami istri) - untuk yang tinggal di apartment
3.    Surat pengantar dari RT dan RW
4.    Fotocopy buku nikah (salah satunya, full book)
(semua berkas di fotocopy 1x)

Karena kelurahan Kalibata belom ada RT RW-nya, mereka akan bantu untuk mengurus hal ini. Cukup tunggu 2 minggu hari kerja, nanti bisa di hubungi apakah KTP sudah aktif apa belom.
Soalnya pihak kelurahan bilang, nunggu KTP yang udah jadi rada lama, karena blanko dari pusat juga rada lama. Jadi, nanti kita dikasih surat keterangan kalo KTP yang asli masih dalam proses cetak.

KK juga akan diberikan ketika KTP yang asli udah dicetak. Jadi kemungkinan abis gue lahiran lah ya.

Persyaratan untuk bikin Akte Lahir :

1.    Surat pengantar RT RW
2.    Surat kelahiran dari RS / bidan
3.    Foto copy KTP orangtua
4.    Fotocopy KTP 2 orang saksi (KTP DKI)
5.    Fotocopy buku nikah/Akta nikah (lengkap 1 buku)
6.    Kartu Keluarga (KK) Asli
(semua berkas di fotocopy 1x)

Pertama yang rada ribet sih ngurus surat pindah domisili itu. Karena di Batam Cuma ada Cha-cha. Tau sendiri gimana susahnya minta tolong dia. Beeeuuhh..

But, Alhamdulillah, Allah maha pendengar doa ya. Disetiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Tetiba aja si Joni nelp gue, minta dikirimin KTP asli. Ternyata dia yang ngurus. Alhamdulillaaaahhh..

Ngirimin dia duit jalan, tanggal 28 Oct lalu, documentnya udah gue terima. Jadi gue bisa ngurus-ngurus buat keperluan si adek..

Alhamdulillah ya dek.. Allah masih memberikan kemudahan untuk kita.. 

Btw, hasil lab gue semuanya normal, kecuali leukosit yang lebih tinggi dari nilai normal. Mestinya untuk wanita dewasa range 4500 – 11.000, gue mencapai 12,900.. *tutup-muka* Ya Allah..

Nyampe unit, langsung gugel.. dan ini katanya :

Penyebab Leukosit Tinggi Banyak yang tahu bahwa leukosit tinggi biasanya disebabkan oleh infeksi, namun nayatanya ada banyak penyebab lain kenapa leukosit bisa tinggi, sebagai berikut: Infeksi. Hitung jumlah leukosit (leukositosis) sering meningkat akibat dari infeksi. Baik infeksi umum yang terjadi pada tubuh yang biasanya ditandai dengan demam, atau infeksi dan peradangan yang terjadi pada sumsum tulang yang memproduksi leukosit. Infeksi bakteri dan virus tertentu dapat memicu terjadinya leukositosis. Alergi. Leukositosis juga terkait dengan reaksi kekebalan tubuh yang berupa hipersensitifitas atau alergi, misalnya pada seseorang yang memiliki asma dan serangan alergi lainnya. Penyakit Sum-sum Tulang. Beberapa kasus leukositosis yang paling serius dan mengancam kehidupan yaitu yang berhubungan dengan penyakit sumsum tulang. Kanker. Ketika ditemukan leukosit tinggi lebih dari 30.000 per mm kubik, hal bisa disebabkan oleh adanya keganasan atau kanker pada sumsum tulang yang mendasari, termasuk leukemia atau kanker darah. Penyebab Lainnya. Penyebab leukosit tinggi lainnya termasuk stres fisik dan psikis, asupan obat-obatan tertentu seperti lithium dan beta agonis, operasi pengangkatan limpa, anemia hemolitik.
Sumber: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis) - Mediskus

Penyebab Leukosit Tinggi Banyak yang tahu bahwa leukosit tinggi biasanya disebabkan oleh infeksi, namun nayatanya ada banyak penyebab lain kenapa leukosit bisa tinggi, sebagai berikut: Infeksi. Hitung jumlah leukosit (leukositosis) sering meningkat akibat dari infeksi. Baik infeksi umum yang terjadi pada tubuh yang biasanya ditandai dengan demam, atau infeksi dan peradangan yang terjadi pada sumsum tulang yang memproduksi leukosit. Infeksi bakteri dan virus tertentu dapat memicu terjadinya leukositosis. Alergi. Leukositosis juga terkait dengan reaksi kekebalan tubuh yang berupa hipersensitifitas atau alergi, misalnya pada seseorang yang memiliki asma dan serangan alergi lainnya. Penyakit Sum-sum Tulang. Beberapa kasus leukositosis yang paling serius dan mengancam kehidupan yaitu yang berhubungan dengan penyakit sumsum tulang. Kanker. Ketika ditemukan leukosit tinggi lebih dari 30.000 per mm kubik, hal bisa disebabkan oleh adanya keganasan atau kanker pada sumsum tulang yang mendasari, termasuk leukemia atau kanker darah. Penyebab Lainnya. Penyebab leukosit tinggi lainnya termasuk stres fisik dan psikis, asupan obat-obatan tertentu seperti lithium dan beta agonis, operasi pengangkatan limpa, anemia hemolitik.
Sumber: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis) - Mediskus

 Penyebab leukosit tinggi pada urin

peningkatan kadar leukosit dalam urin bisa di sebabkan karena adanya infeksi pada ginjal ,dalam hal ini infeksi tersebut umunya terjadi pada saluran kemih yang kemudian menyebar ,Penyakit infeksi pada ginjal ini sering terjadi terhadap orang yang memiliki imun yang rendah kemudian yang selanjutnya adalah karena infeksi kandung kemih atau sisitis dan hal ini juga merupakan salah satu penyebab dari tinggi nya leukosit pada urin.
 
Kehamilan,pada saat kehamilan protein dan leukosit dalam urini akan sangat umum di temukan ,jika hal ini terus terjadi maka sangat di anjurkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Menahan kecing ,dengan menahan kencing kandung kemih seseorang akan melemah hal ini akrena kandung kemih tidak akan kompeten dalam mengosongkan diri sepenuhnya sehingga urin sisa yang  tak terbuang akan menyebabkan infeksi bakteri.
 
Terjadi sumbatan di sistem saluran kemih yang bisa menyebabkan hematuria.
 
Hubungan seksual,hunbungan seksual dapat menimbulkan bakteri ke uretra yang pada akhirnya menimbulkan infeksi.

Mungkin ada infeksi dalam saluran kemih gw. Tapi kata dokter harus ngurangin makan yang manis dan asin. Karena ternyata Farah juga begitu. Secara dia bilang, kaki gue yang bengkak aja melebihi waktu dia hamil dulu. Bengkaknya mbak Yayuk juga gak sebesar gue. Padahal berat badan mbak yayuk udah mencapai 55kg. (eh, bb tuh ada hubungannya ama lekosit gak sih?) hahaha.. sotoy amat ya saya..

Waktu gue cerita ama dia, kalo gue gak suka makanan manis, dia bilang bukan karena itu aja. Karena kita makan beras putih yang nota bene udah tinggi kadar gulanya. Eh, karbohidratnya. Mana belakangan ini napsu makan gue emang lagi bagus-bagusnya. Secara disuruh naikin berat badan mulu ama ayah, bunda dan abang.

Trus kata Farah, roti juga harus diganti dengan roti gandum. Kalo diinget-inget, emang gue suka ngemil roti sobek yang 3 rasa itu lho.. rasa sarikaya, coklat ama keju. Kan enak ya kalo laper malem-malem ngemil itu. *tutup-muka*

So, mulai hari ini gue harus diet gula dan asin. Farah juga langsung campur berasnya dengan beras merah. Masih perbandingan 2:1 sih. Alasannya juga, mereka jarang olahraga. Jadi gak balance antara makan dan gerak tubuh. Gerak rahang aka olahraga rahang mah iya. Hahaha..

Semoga bisa turun kadar leukosit ibu ya nak.. jadi kita berdua sehat. Aamiin..
Selain itu gak ada yang mengkhawatirkan. Protein dalam urine gue normal. Jadi gak ada gejala preeklamsia. Tapi info mengenai kadar leukosit pada ibu hamil bisa dibaca disini. Dan gw juga gugel cara membaca hasil lab. Bisa di klik kalo penasaran.

Nanti gue cerita sedikit deh tentang preeklamsia itu. Sekarang mo makan dulu. Farah bikin ikan asin balado. Ya Allah, berat banget cobaan gue hari ini ya. Makannya iya, pake beras merah. Tapi lauknya ikan asin balado. Begimana mo diet iniihh… *sigh* *tapi-tetep-bersyukur* Alhamdulillah masih bisa makan enak..

Rabu malam gue dianterin Farah ke pesanggrahan lagi. Diajak jalan dulu beli material di BSD, trus makan sushi di Aeon (akhirnya kesampean), baru ke pesanggrahan.

Abati udah nyampe duluan dirumah. Mbak Fio udah mulai demam lagi. Sempet diomelin ibunya karena makan siangnya gak abis.

Jenong seperti biasa cengengesan dan ngomong gak berhenti. Hihihi..