Pages

Subscribe Twitter

Friday, December 26, 2008

R-E-D



Beside pink, I'm also in love with red.. Dunno why, when i went to malls, my eyes always catch things in red (and pink, of course).

Just realized that i bought several things in red.. And you know?? I bought these items most of on 21th.. What a coincident, rite?

Lets see...

On Oct 21th, 2008 i bought my N5610-d (why i choose N5610-d while i had N5300 (which is the same type..??) i told you later in other post, okay... ;)



On Nov 21th, 2008 i bought my sexy-red-Vaio...
Why red?? Okay... Red was my second color, exactly.. Pink is always my first choice.. :) But when i went to the store, i cannot made up my mind between pink and red.. What a cliched, kan?? So, after a loooong considerate, I told the salesman, that i want pink.. (obviously..). But he said, I was 5 minutes too late. Because there was a lady who took it first... WHOOT?? *sigh* So, i took my second option.. Red.. SEXY RED.. And believe me.... I never regretted.. :)


And last thing that i bought on 21th, Dec 2008 was my Sony-W170.
Why W170?? Okay, be honest, I'm in looooved with Sony T77 (in pink) or Nikon D40 (of course, it won't be in pink color), but unfortunately, most of people (especially lady, (like me) like Pink, and it only left in black or silver). Why i didn't take Nikon D40?? Coz its to heavy for my 'little' (instead, skinny) hand.. :). So, have to find another type or accept one of that color. After hunting almost 2 hours with Cuplis.. *thanks ay..*. I decided to brought home Sony-W170, in SEXY RED also.. :)



Beside that, i also bought red handbag (I forgot the date and month). I've been hunting this bag for the past 3months. And when I found it, can't help to screamed for a while and go straight to the cashier.. :D. And not but not least, this lovely slipper. In red of course... :P



When I realize, about 2 years later, I bought my self red watch. Not exactly red, but only inside is red. It was THR gift from Cuplis... *thank you again darling..*

And if you open my wardrobe, you will find red T-shirt, red belt, red jilbab, red jacket, red pashmina, and of course, red underwear... hehehe... I also have red pencil, red book (cover only), red earing, red bracelet, and red eye shadow.. hihihi..

Don't know why I became redder.. Maybe I was surrounding by red. My room curtain is red. My sofa cover also red. My frame picture is red. Only my room color is pink (don't know also, when i want to change the color, my finger always pointed to pink. So, my room had been, soft pink, rose pink, and now is pink-yang-mendekati-marun). hehehe..

Cuplis has red car (and i always say to him not to sale or change it, until i have a red car. Why red?? Because he doesn't want to drive if I buy pink.. ;P) And of course, the things inside the car are red!!! Red 'gantungan' ikan, red umbrella, red car fresher.

Bunda also likes red.. She likes red lipstick, red kebaya (speaking of kebaya, i wore red kebaya when my graduation day!!!)..

Now, I had a dream to wear red kebaya also in my wedding day (he already approves).. hehehe..

And do you know what?? The best part of RED is... Me and Cuplis had SAME SERIES and (of course) SAME COLOR for our VAIO... I told him, that I want buy that Vaio (but not telling the color, I guess he thought I will buy pink one ). But, he didn't tell me he bought the same Vaio too... ck..ck..ck..

So, when I told him I bought the Vaio, he just smiled and said, "I also buy that Vaio". "I bought red, what about you?" I asked.. He smiled again and answered, "same as my car color.." hahaha...

So.. live-long-red!!! :D

Thursday, December 25, 2008

Test

Moga-moga nyampe...


Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. Windows Live

Wednesday, December 24, 2008

long weekend

Weekend ini seru. Dimulai besok, Natal 2008. Pagi mau ke PMI ambil kaos fun bike. Siangnya ke Sup Tulang Kutaraja, memuaskan hasrat yang tadi kurang tersalurkan di ST Langsa (mana lebih jauh, ga gitu enak pula). Sore/malam ke rumah pak Kun, Ketua BRR, barbecuean bareng semua yang stranded di Banda sampe taun baru hehehehe.. Tentu saja sepedahan sebagai bekal pengracunan (devil).
Jumat, 26 Des, kayaknya mo santai-santai manis di rumah, ngumpulin tenaga buat 2 (DUA) fun bike weekend ini.
Sabtu, 27 Des, berangkat jam 6.30 ke PMI untuk Fun Bikeeee... Yiiiihaaa... Acaranya sampe siang, I suppose. Sore makan di luar, malem istirahat. Karena...
Minggu, 28 Des, ada Fun Bike lagiiii di Taman Sari.. Horeee... Start jam 7. Konvoi ke Simpang Surabaya untuk penanaman pohon.
Senin sampe Tahun Baru kayaknya ngerem di rumah aja. Acara tv bagus-bagus, cong ;)

Tuesday, December 23, 2008

Gowes Cantik Goes To Bandung, Minggu, 21-12-2008

Gowes Cantik Bandung ini dalam rangka ke nikahan Pandu & Reni, member milis id-foldingbike. Seragamnya kaos pink + jeans + helm + gloves + masker. Moroners kondangan, what can you expect? Hehehehehehe..

Saturday, December 20, 2008

Twilight (2008)

Gue belum baca bukunya dan ga pernah meratiin tiap dibahas di Hollywood One On One (HBO). Milih film ini demi memenuhi kuota nonton 2x selama di Medan hehe. Minggu sore nonton The Day The Earth Stood Still, Senin siang nonton Twilight. Studionya penuhhh... sama anak SMA berseragam, hihihi.. Orang dewasa seupil doang, paling 10 orang. Lo bayangin aja nonton bareng ABG yang tepok tangan pas tokoh utamanya jadian dan ciuman :))

Kayaknya pemeran utama film ini pemain baru semua. Minimal belum begitu ngetop. Tapi penjiwaan dan chemistry di antara mereka bagus. Kerasa banget gimana Edward Cullen, si vampire yummy nahan diri dari Isabella Swan, cewek pindahan yang kagokan.

Gue rekomen film ini ditonton mereka yang pingin tau gimana rasanya mencintai the one person you're meant to be with. Serius. When you know she/he's the one, you will know. You won't need to ask because it's right there bearing themselves to you. You just need to be strong enough to admit what you feel and embrace it. Then walking hand in hand for the journey is long and rocky..

Ah, jadi pengen nonton lagi.. Pingin baca bukunya juga. Tapi ogah yang terjemahan. Dijamin katro :P

The Day The Earth Stood Still (2008)

Film ini bercerita tentang penyelamatan planet Bumi dari penghuninya yang menganggap diri paling cerdas: manusia. Siapa yang nyelametin? Mahluk luar angkasa dwong. Keanu Reeves berperan sebagai alien dan Jennifer Conelly jadi manusia Bumi yang dia percaya. Jaden Smith, anak Will Smith dan Jada Pinkett, berperan jadi anak tiri Conelly. Kathy Bates jadi Secretary of State, orang pemerintah yang tingkah laku dan tindakannya sama aja di mana-mana: songong.

Gue suka tema film ini. Bumi emang udah waktunya diselamatkan dari penghuninya yang mengeksploitasi dan pelan-pelan membunuhnya. Di film itu tadinya para tamu luar angkasa berniat memusnahkan manusia demi menyelamatkan Bumi dari kehancurannya. Tapi setelah diobservasi, Reeves menemukan bahwa manusia bisa berubah JIKA dalam posisi terdesak banget aka kepepet.

Yaaa gue sendiri sebagai manusia pinginnya bisa berubah tanpa perlu dipepet, apalagi dipepet bajaj. Lebih seru mepetin diri sendiri sebelum dipepet faktor external, biar lebih cepet berubah. Dan gue percaya bahwa yang abadi di dunia ini hanya perubahan. Kalo ga mo berubah ke laut aja sono --literally.

So kalo pingin nonton film yang menghibur secara efek visual dan filosofinya lumayan, nonton deh film ini. Pas banget ditonton akhir taun, buat nemenin bikin daftar resolusi taun baru hehehe.. Btw daftar resolusi 2008 gue di mana ya.. (thinking) udah lupa isinya apa aja hihihi

kondangan

Moroners kondangan ya begini: jeans + suit + sunglasses + helmet + gloves, hwehehehehe.. Namanya juga moronerrrr.. :))

Lagi ngantri salaman ada ibu-ibu ngeliatin gue. Kayaknya karena gue pake strap celana ijo genjreng hehe :D maap ya, bu, bawaan orok nih, pemberani aka ga tau malu.

IKEA



Tadi malem kita ramean pada ke IKEA yang di Alexandra road. Awalnya sih mo nyari makan malam. Bosen makan ditempat yang sama tiap hari. Jadi si YC ber-inisiatif muter nyari makan ditempat yang lain.

Gak tau kenapa, tiba-tiba dia ngasih usul makan di IKEA aja.. Ya udah, kita semua pada nurut. Apalagi gue and Sisca yang nota bene cuma berdua yang cewek.. langsung excited, soalnya bisa sembari cuci mata, bukan?? hehehe..

Gue seneeeeeeng banget kalo jalan ke tempat perabotan rumah tangga. Eh, IKEA mah bukan hanya perabotan ya?? Mo nyari sofa tamu?? Ada... Mo nyari keranjang cucian kotor?? Ada... Mo nyari pot bunga?? Ato mo nyari tempat lilin?? Ato yang kecil deh.. toothpick alias tusuk gigi, juga adaaa... Sagala aya lah.. Makanya gue seneeeeeeng banget muter-muter disana.. :P

Capek muter-muter, baru kita nyari tempat makannya. IKEA Swedish restaurant yang berada dilantai 2 itu cukup besar untuk menampung para customer. Walo pun, emang diakui kalo ngantri itu adalah kegiatan yang menyebalkan selain menunggu, tapi makanan yang disajikan, worth ama panjangnya antrian yang harus dilalui..



Selain daily menu, mereka juga menyediakan special menu sesuai dengan hari yang berjalan. Karena tadi malem itu hari Kamis, jadi kita cuma bisa pesan apa yang disajikan mereka hari itu.
Pilihan gue jatuh ke Vegetarian Pasta with Tomato Sauce

(Pasta served with tomato sauce, chopped tomatoes, onions, celery, mixed herbs, and topped with grated Parmesan cheese).. Yummy, isn't it??

Tomato pastanya pas. Gak terlalu asem ato pedas. Porsinya juga pas untuk perut para wanita.. hehehe... Selain itu, gue juga nyoba mushroom creamy soup. Yang gue kasih 2 jempol... :D. Menurut gue, soup asparagus-nya Pizza udah enak, tapi creamy mushroom-nya IKEA lebih enak... *jadi ngiler, ngebayanginnya lagi*

Untuk minum, kita cuma bayar SGD 1.10 untuk soft drink glass ato SGD 1.15 untuk tea/coffee cup. And it's refill-able!!! Yes darling... you can refill over and over.. Jadi gak nge-fek lo mo bayar yang gelas kek, ato yang cup, toh lo bisa ambil minuman apa aja yang lo suka berkali-kali... *secara di Ind, yang bisa nambah tanpa bayar cuma air putih, kan??* hehehe...

And sebagai penutupnya, gue nyoba Daim Cake (kali ini pilihan gue jatoh ke Almond cake)... uuuuhh, yummmy... yummmy...
Cake-nya lembut, coklatnya pas, gak terlalu manis and taburan almond diatasnya jadi pelengkap. And kayaknya gue ngerasain whipped cream diantara coklat and almond, yang ngebuat mata gue merem-melek pas ngerasainnya... hehehe..

Perut kenyang, mata seger ngeliat barang-barang lucu and unik (gue beli kap lampu yang recycle dengan harga SGD 3.10 aja...) *trus ampe apart, gue mikir mo dipasang dimana kap lampu itu..* hehehe.. Akhirnya kita pulang...

And, y'know?? After that, kita pada bikin schedule untuk jelajah ke tiap IKEA yang ada disini. Secara cuma ada 2 IKEA, yang di Alexandra and Tampines, jadi minggu depan, kita mo bertandang ke IKEA Tampines.. ;D. Katanya sih, disana ada nasi padang.. *jaaaah, nasi padang lagi...* hehehe...

Friday, December 19, 2008

[b2w] surat seorang Penjual roti

From: djambe
Date: Fri, 19 Dec 2008 06:05:24 -0000
Subject: [b2w] surat seorang Penjual roti
To: b2w-indonesia@yahoogroups.com

Salam boseh..
Surat ini saya tujukan pada semua pekerja bersepeda di kota Bandung. Nama saya Asep. Sangat singkat, hanya Asep. Sunda pisan, padahal bapak
saya dari Jawa tengah tapi ibu saya memang asli Garut. Saya anak
tunggal dari hasil pernikahan sah ibu bapak saya. Usia saya sekarang
20 tahun, pemuda tanggung. Hanya lulus sekolah sampai SMU karena tidak
ada biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mahal sekali masuk
universitas saat ini, sementara kemampuan otak saya biasa saja, jadi
sulit untuk mendapat beasiswa. Sekarang, saya bekerja bantu bapak dan
ibu, selain jaga warung sejak dua tahun lalu, setiap pagi saya juga
menjual roti salah satu produsen roti terkenal, melanjutkan kerja
bapak saya dulu sebagai penjual roti tradisional di selatan kota
Bandung. Walau sama – sama jualan dengan sepeda, saya lebih beruntung
karena produsen roti saya punya skala lebih besar dari tempat bapak
bekerja.

Saya menggantikan bapak jualan roti sebenarnya musibah, karena bapak
kecelakaan saat bekerja, sepedanya terserempet mobil dan sial-nya,
bapak terkilir lutut kakinya, hingga sampai sekarang sulit untuk
digerakkan, apa lagi untuk mengayuh sepeda. Walhasil saya beranikan
diri melanjukan pekerjaan bapak walau berbeda produsen. Bapak pun
mendukung selama saya tidak malu untuk berjualan roti dengan sepeda.
Lumayan untuk membantu pendapatan keluarga.

Sudah dua bulan ini saya berjualan roti, awalnya saya agak minder dan
malu, apa lagi usia seperti saya mestinya di bangku kuliah. Tapi
lambat laun perasaan itu dapat saya tekan, apa lagi sejak bertemu
dengan beberapa pesepeda dengan tulisan "bike to work" di sepeda
mereka. Beberapa diantara mereka menegur saya setiap pagi saat bertemu
saya di jalan. Entah sekedar berkata selamat pagi, ataupun membunyikan
bel sepeda mereka. Terkadang saya balas juga dengan senyum lebar
sambil memperlihatkan gigi saya yang ompong satu didepan, atau
mengeluarkan suara khas sepeda saya, "roti.. roti..".

Saya salut melihat rekan – rekan bike to work, walau saya tidak
terlalu pintar bahasa inggris, tetapi saya tahu maksud tulisan itu
artinya, bersepeda ke kantor. Mereka tidak malu untuk bersepeda di
zaman yang terbilang sudah modern ini, padahal masih muda–muda dan
beberapa diantaranya punya jabatan hebat di bandingkan saya hanya
pedagang roti. Di tengah himpitan kendaraan bermotor, mereka masih
bisa tersenyum dan terlihat riang saat bersepeda. Terkadang saya
melihat mereka tersenyum sendiri diatas sepeda, tidak memperlihatkan
wajah lelah, atau sekali waktu saya melihat mereka bergerombol pergi
makan bersama ke daerah atas di dago. Seperti keluarga.

Awalnya saya fikir produsen roti tempat saya bekerja sudah gila
meminta kami para pekerja berjualan dengan sepeda. Sekarang dengan
melihat para pekerja bersepeda itu sedikit banyak saya sudah mengerti
maksud dan tujuan pimpinan saya. Terkadang, ingin saya berhenti
sekedar untuk berkenalan dengan para pekerja bersepeda itu dan tanya
apa motivasi mereka, dan ingin pula saya meminta papan tulisan "bike
to work" seperti yang tergantung di sepeda mereka, rasanya sepeda saya
akan terlihat keren. Atau mungkin ikut bersepeda bersama mereka,
bergabung saat ada acara sepeda santai dan syukur–syukur saya bisa
dapat hadiah.

Saya yakin, teman–teman satu cara berdagang seperti saya yang juga
menggunakan sepeda pasti berfikir sama, mbok–mbok jamu, tukang
koran, tukang bangunan bahkan para pemulung bersepeda itu pasti ingin
sepeda mereka bertempelkan tulisan "bike to work" dimana ya bisa saya
dapatkan?? Atau, papan tulisan itu memang hanya anggota kelompok
perkumpulan sepeda tertentu saja?? Padahal saya fikir sangat banyak
pekerja bersepeda lain yang mana belum memiliki papan tulisan itu,
tentu seru jika di jalanan kota bandung di penuhi sepeda dengan tulisan
"bike to work"

Satu lagi, terkadang saya takut kalo membawa sepeda di jalan raya kota
Bandung, karena sangat tidak ramah bagi kendaraan tidak bermotor
seperti sepeda atau becak, bahkan kuda. Motor kebut–kebutan atau
mobil angkot yang berhenti sembarangan bahkan mobil pribadi acap kali
melanggar lalu lintas. Kejadian menimpa bapak saya di salah satu jalan
daerah Universitas swasta di lengkong adalah bukti semrawutnya jalanan
kota Bandung serta tidak ramah bagi pengendara sepeda. Tidak ada rambu
-rambu untuk sepeda, padahal posisi bapak sudah paling sebelah kiri
jalan untuk menghindari kendaraan bermotor, tapi dari arah berlawanan
sebuah mobil melaju cepat hingga menyerempet box roti di sepeda bapak
saya, dan jatuhlah bapak saya dengan dengkul terkilir. Mungkinkah
dibuatkan jalan untuk sepeda di kota bandung? Agar pekerja bersepeda
seperti saya dan teman–teman bike to work lebih merasa aman dan
terlindungi.

Salam,jangan lupa beli roti saya ya?
-----------------

Mengharukan ya? Hiks..

Thursday, December 18, 2008

[id-fb] Om Toto -Ketum B2W Indonesia- di kolom Sosok Kompas Hari Ini

Toto, Antipemanasan Global
Kamis, 18 Desember 2008 | 03:00 WIB

NINOK LEKSONO

Pada masa lalu, tak banyak yang bisa diceritakan tentang aktivitas
bersepeda. Sebagai moda transportasi, dulu, bersepeda merupakan hal
yang wajar karena belum banyak kendaraan bermotor dan jarak yang
harus ditempuh relatif tak jauh sehingga dari segi waktu pun
bersepeda nyaman saja. Popularitas bersepeda turun seiring
tersedianya transportasi kendaraan bermotor. Kini, bersepeda justru
tampil dengan nilai dan kearifan lain.

Bersepeda tak saja menghadirkan gaya hidup sehat, tetapi juga
menyampaikan pesan prolingkungan. Itu karena bersepeda berkontribusi pada pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, lebih
jauh, bersepeda itu merespons anjuran untuk menanggulangi pemanasan
global karena aktivitas tanpa BBM berarti tak melepaskan gas rumah
kaca yang menjadi biang utama fenomena pemanasan global.

Alasan yang bersifat praktis, bersepeda lebih lincah dalam menembus
kemacetan lalu lintas di kota-kota besar.

Itulah yang diamati Toto Sugito (45), Ketua Umum Bike to Work (B2W),
komunitas pengguna sepeda ke kantor (atau kegiatan lain).

Landasan aktivitas yang logis dari sejumlah argumen tersebut membuat
anggota komunitas terus bertambah. Kelompok ini pun tak hanya eksis
di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Menurut Toto,
anggota B2W di berbagai kota mencapai 10.000-an.

Bersepeda pada satu sisi lalu tampak sebagai suatu gaya hidup modern.
Di sini juga tersirat niat tulus untuk bersikap baik terhadap Sang Bumi.

Menengok kembali awal B2W, Toto yang untuk kiprahnya mendapat
penghargaan dari Swiss Contact dan "Indonesia Berprestasi" dari XL
ini mengatakan, ide pendirian B2W muncul setelah ia semakin prihatin
dengan kondisi polusi udara, keterbatasan tempat parkir, dan
kemacetan. Toto—sebelumnya ia pencinta sepeda gunung—lalu mencoba
moda transportasi alternatif untuk ke kantor. Jalur Cibubur-Tebet,
Jakarta Selatan, lalu menjadi rute hariannya sejak 2004.

Pada awalnya, sang istri keberatan Toto bersepeda ke kantor karena
alasan polusi udara sangat tinggi. Jalan keluarnya, Toto memakai
masker yang bermutu baik.

Setelah merasakan manfaatnya, Toto kemudian memperkenalkan "bersepeda
ke kantor" tersebut kepada teman-teman dekatnya. Ternyata sambutan
mereka positif. Oleh karena itu pula, tahun 2005 Toto lalu menghimpun
komunitas pekerja bersepeda dalam B2W.

Tidak butuh waktu lama, komunitas ini berkembang menjadi tren baru di
kalangan eksekutif muda. Malah berikutnya, gaya hidup bersepeda ini
meluas pula di kalangan remaja, bahkan juga ke kalangan mereka yang
berusia lanjut.

Keluarga dari sebagian anggota komunitas ini, yang semula sempat
meragukan, kini justru ikut pro terhadap aktivitas bersepeda yang
dipelopori Toto. Kendaraan utama anak pertama dia yang belakangan
kuliah di Bandung juga sepeda. Adapun kedua anak Toto yang lain baru
menggunakan sepeda sebagai alat olahraga.

Penitipan sepeda

Toto memimpikan B2W dapat berkembang menjadi komunitas serupa yang
sukses seperti di Kanada dan banyak negara Eropa, khususnya Belanda.
Di negara-negara itu, meski sarana transportasi bermotor pribadi dan
umum sangat baik, banyak warga yang memilih menggunakan sepeda untuk
menunjang aktivitas sehari-hari mereka.

Di dekat stasiun kereta api, banyak terlihat area parkir sepeda.
Selain pertimbangan kesehatan dan nonpolusi, secara transportasi,
sepeda pun bisa menjadi pengumpan (feeder) bagi aktivitas commuting
(ulang-alik, pergi-pulang, rumah-tempat bekerja yang cukup jauh).

Bukankah peran serupa juga masuk akal bagi busway yang belakangan
dipromosikan di kota-kota besar Indonesia? Tentu saja masih
diperlukan penyediaan fasilitas penitipan sepeda yang bisa
diandalkan, bila hal tersebut hendak dikembangkan di Indonesia. Namun
secara ide, hal itu masuk akal.

Berbicara tentang tolok ukur kesuksesan B2W di Indonesia, hal ini,
menurut Toto, tidak semata bisa dicerminkan oleh banyaknya anggota
komunitas, tetapi juga seberapa jauh bersepeda dapat menjadi gaya
hidup masyarakat Indonesia.

"Artinya, masyarakat kita menjadi sadar betul akan masalah polusi
udara dan hubungannya dengan perubahan iklim, juga bagaimana energi
atau BBM yang ada bisa dihemat untuk generasi selanjutnya," kata Toto.

Bila kesadaran tersebut telah dipahami masyarakat luas, tentu tidak
akan sulit untuk menambah anggota komunitas bersepeda.

B2W dalam hal ini mengajak masyarakat menggunakan sepeda tidak hanya
sebagai alat olahraga dan/atau rekreasi, tetapi juga sebagai alat
transportasi yang ramah lingkungan sekaligus menyehatkan bangsa.

Dalam posisi ini, sepeda memang tergolong unik karena peran mendukung
mobilitas muncul seiring dengan peran menyehatkan, sekaligus peran
memelihara lingkungan.

Jalur khusus

Toto yang sehari-hari bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan
konsultan arsitektur ini punya cara mudah dalam mengampanyekan
kegiatan bersepeda, yakni melalui 3M.

"3M itu maksudnya: Mulai bersepeda dari diri sendiri, Mulai bersepeda
dari jarak terdekat, dan Mulai bersepeda sekarang juga."

Toto menyadari bahwa aktivitas bersepeda di perkotaan bukannya bebas
dari tantangan. Selain udara penuh debu, banyak kota besar di
Indonesia belum atau tidak punya jalur khusus sepeda. Bahkan, kata
dia, sudah ada pengendara sepeda yang menjadi korban kecelakaan lalu
lintas karena berbagi jalan dengan kendaraan bermotor besar dan kecil.

Maka, wajarlah kalau salah satu harapan komunitas B2W adalah
tersedianya jalur khusus untuk sepeda.

Jalur yang akan membuat aktivitas bersepeda bisa dilakukan dengan
aman sehingga menjadi insentif bagi mereka yang ingin bergabung dalam
komunitas ini, tetapi masih meragukan keamanan aktivitas bersepeda.

Di luar tantangan yang ada, Toto yakin, ide bersepeda besar faedahnya
tidak saja bagi individu bersangkutan, tetapi juga untuk masyarakat,
bahkan bagi kelestarian lingkungan Bumi.

Panitia "Indonesia Berprestasi Awards" menilai, apa yang dilakukan
Toto Sugito memiliki kekhasan yang relevan dengan permasalahan yang
tidak saja dihadapi masyarakat Indonesia, dalam hal ini terkait
dengan lalu lintas perkotaan yang semakin macet dan terkena polusi,
tetapi juga dengan upaya bersama seluruh umat manusia untuk
menanggulangi pemanasan global yang berakibat mengerikan.

Saturday, December 13, 2008

nyem nyem nyem

Nah lho ada yg naekin!

"....lo tau kan apa maksud gue??"

Huahahaha... gue geli ngebaca komen Hanskli di posting-an fresh from d oven.. Auntie jadi Untie... (udah gue ralat tuh...) hehehe..

Emang sih, perasaan gue, kerja disini kok bahasa Inggris gue jadi ancur?? "Singlish" kata Hanskli.. hehehe.. Temen gue juga ada yang komen waktu dia tau gue gawe disini, "lo ngapain kerja di spore?? Mo belajar Singlish??" :D

Kalo di inget-inget banyak kejadian yang lucu. Kalo nulis mah banyak banget kesalahannya.. Seperti, 'baby sitter' yang dengan enaknya gue ganti ama 'baby sister'... ;). Ato 'housewife' yang dengan sesuka hati, gue penggal jadi 'house wife'... hehehe.. Malah kemaren gue nyengir-nyengir sendiri, waktu mo beli juice di foodcourt langganan. "auntie (kali ini udah bener tulisannya).. 1 juice take off.. (alih-alih take out)" hahaha... untung si auntie rada-rada 'budi', jadi dia gak denger apa yang gue omongin.. And kalo gue pikir-pikir, 'take out' juga bukan kata yang benar. Mestinya 'take away' kan?? :P

Ato, tadi dikantor, sangkingan sebelnya gue ama seseorang, gue curcog (read : curhat-colongan *istilah dari 'my tempat sampah'*) ke temen 1 kantor gue. Dengan semangat 45 gue cerita, "emang dasar tuh orang. Suka show up!!".. Trus, dengan tenangnya temen gue bilang, "show off, Rika.."... uuups, udah kenceng, salah lagi... hehehe... Tapi namanya juga gue, jawaban andalan gue pasti... "ya.. gitu deh maksudnya..." hehehe...

Gue juga suka men-diskripsi-kan sesuatu dengan bahasa gue sendiri. Entah apa pun itu, gue pasti menggambarkannya dengan kalimat yang gue mengerti. Yang udah hapal banget mah si cuplis. Ampe kadang dia suka nebak-nebak apa yang gue maksud. Kayak minggu lalu, gue bilang ama dia, "saya suka deh ama body-nya Toyota Raft yang baru.. ada legok-nya".. and dia sibuk ngarti-in apa yang gue maksud dengan 'legok'.. Ampe dia nyari mobil Raft, biar gue bisa nunjukin apa yang dimaksud dengan 'legok'.. hehehe.. "kalo bahasa sunda sih, legok itu artinya lengkung, gak datar, agak cekung.." katanya.. Yaaa... itu maksud gue.. 'legok..' ;P

Gak tau kenapa, kadang gue emang suka susah men-diskripsi-kan sesuatu.. Seperti, gue menggambarkan mobil Honda Jazz itu kayak kodok yang lagi bintit-an. Yap... kodok yang lagi bintit-an!!! Karena menurut gue, Honda Genio itu, matanya kayak kodok!! And karena Honda Jazz, lampunya lebih cembung dari Genio, makanya dia kayak kodok yang lagi bintit-an.. (and, gue rasa, gue bakalan di datengin ama yang punya mobil, kalo si cuplis gak buru-buru narik tangan gue waktu itu.. secara, suara gue pasti bervolume 'hampir' 7...) hehehe...

Tapi kalo dipikir-pikir, bukan cuma bahasa Inggris aja yang suka belibet ngarti-innya.. Bahasa Indonesia gue juga suka rada-rada ngasal.. Kayak tadi malem, Farah sms, kalo dia anyang-anyang-an. Gue langsung aja bales (dengan semangat 45 juga tentunya), "ya udah, lo ke dokter aja. Tanyain kenapa bisa unyeng-unyeng-an..".. And gak nyampe 2 menit dia langsung bales, "anyang-anyang-an, susie..." jaaaah.... otak, mulut ama jari kok kagak singkron, sih??!!

PS : Sekarang gue bingung nih, anyang-anyang-an apa unyeng-unyeng-an, penyakit yang gak bisa nahan pipis itu?? hhmm... ya, gitu deh.. lo tau kan, apa maksud gue??... ;)

Thursday, December 11, 2008

fresh from d oven... ;)



Beberapa minggu ini gue lagi sukaaaa banget minum fresh soya dari Jolliebean. Pertamanya sih nggak ngeh. Tapi karena tiap hari ngelewatin food stall-nya, jadi penasaran juga pengen nyoba.. Ternyata enak lho!!!

Emang sih, gue penggemar soya. Dari yang kalengan keluaran Yeos ama apaaan tuh ya, satu lagi *tiba-tiba blank..*, ternyata si Jolliebean ini emang fresh banget.

At Jollibean, only the best quality Canadian ‘Hellum’ Soya beans are being used. With the help of specially designed machines, 100% natural servings of soya milk are prepared fresh on demand, everytime and anytime. No preservative and no colourings, just fresh and natural soya milk in every cup! Freshness is never compromised. (kata mereka...)

Gue udah nyobain semua rasanya. Ada yang original, almond, grass jelly, chocolate, green tea, soya with bean curd, ampe bean curd jelly alias tofu juga ada. Tapi favorite gue yang rasa chocolate (teteuup...).

Selain itu, Jolliebean juga ngejual pancakes (widely known in Singapore as Mee Chiang Kueh)… they named it Jollipancake. From Creamy Cheese Pancakes to Apple Turnovers. Look out for corn, chocolate, green beans paste, green tea paste, lotus seed paste and red bean paste pancakes... You name it, semua ada di Jollibean!! *jaaah, promosi banget gue yak!!*

Jadi, tiap pulang kantor, gue selalu mampir ke Jolliebean stall. Ampe si 'auntie' (kalo encik-encik di sini, dipanggil auntie) hapal ama gue... Kalo dia ngeliat gue dari jauh, dia langsung senyumnya, sambil nyapa "hi miss cantik, what do you want for dessert??"... hahaha...

Dengan S$ 1.80, lo udah dapet fresh soya, fresh from d oven.. (masih anget soalnya..) hihihi...

Wednesday, December 10, 2008

taksiran masa kini

Sejak weekend kemarin gue naksir sepeda ini: Dahon JetStream XP (JSXP). Yang ini kuat disiksa utk jalan jauh dan tanjakan-turunan jahanam. Gara-gara pingin touring Btm-SG-JB-Thailand, nemu crazyguyonabike.com. Isinya jurnal touring pake sepeda di seluruh dunia. Seru banget dah. Gue sih ga bakalan se-hardcore itu kalo touring, yg sampe bawa tenda, sleeping bags dan peralatan masak utk camping. Paling bawa panniers, baju ganti dan personal toiletries. Nginep di hotellaaahh... :D cari jalurnya yg ga terlalu nyiksa. Kayak Jkt-Bdg lewat Puncak kan ga nyiksa-nyiksa amat tuh. Pemandangannya bagus, banyak tempat makan, bisa istirahat lama. Cukup sekali aja waktu kuliah ikut ngegembel ke Ujung Genteng. Hiiiiiyyyy.. Mana jauh, jalannya jelek,
tidur di tenda, airnya payau lagi. Lengkap penderitaannya. No more, man, no way.

Salam,
Hani on Roo

Glide P8

Sepeda yg cantiiikk.. Ada keranjangnya. Kalo tinggal di Europe cocoknya pake sepeda kayak gini. Di sana kotanya compact, aspalnya mulus dan jalanan cenderung datar. Nyam nyam... Ke Barcelona yok, Ka! Bisa sewa sepeda di sana. Bagus lagi sepedanya warna merah! *wink wink*


Salam,
Hani on Roo

Cerita si minyak telon..

Gue suka ngebalurin perut, siku, belakang lutut and punggung pake minyak telon. Yap, minyak telon. Kadang minyak kayu putih. And favorite gue yang merknya Konicare. Gak tau kenapa, gue udah langsung jatuh cinta ama produk ini.

Nah, bulan lalu, gue nitip minyak telon ke orang kantor yang mo pulang ke Jakarta. Dia bawain, tapi belom sempet ngasih ke gue. And secara dia kantornya diyard, sedangkan gue dikota, jadi kita gak bisa tiap hari ketemu. Kalo gue pulang ke Batam, dia pasti wanti-wanti jangan beli lagi, karena dia udah beliin buat gue. Ya udah, gue tunggu deh...

Seminggu setelah minyak telon itu nyampe di spore, tuh orang yang bawa mesti ke Medan, jadi minyak telonnya dititipin ke temennya supaya dikasih ke gue. Tapi apa daya, temennya pulang ke Thailand. And kebawa lah tuh minyak telon didalam tasnya...

Beberapa hari kemudian, si orang Thailand balik lagi ke Spore. Tapi, gak sempet-sempet juga ngasih ke gue. Padahal gue udah 2 kali ke yard. Akhirnya dia nitipin lagi ketemennya yang (menurutnya gak bakalan lupa) untuk dikasih ke gue kalo pas gue ke yard. Emang dasar nasib, tuh minyak telon 'masih jalan' lagi ke Batam, ngikut si temennya yang ditugasin untuk escort kapal ke Batam.. ck..ck...ck... hebat banget ya nih minyak telon, udah jalan-jalan...

Akhirnya, baru tadi, nih minyak telon nyampe ditangan gue dengan selamat... hehehe... Akhirnya ntar malam saya bisa tidur berbalurkan minyak telon. Aaaahh, sedaaap...

Tuesday, December 09, 2008

Idul Adha..

Yap, wiken kali ini emang bisa libur agak lama, karena seninnya lebaran Idul Adha. And dikarenakan yang lebaran cuma ayah, yang nota bene lagi di Batam, so.. pulanglah diriku untuk merayakannya.

Sabtu siang gue udah semangat 45 untuk pulang ke Batam. Jam 2.30 udah standby di harbour dengan harapan bisa dapat ferry yang jam 4.10. But, weeits, ada apa gerangan harbour rame banget, gak seperti biasanya?? Aduh, gue udah mulai was-was nih... Yaps, apa yang gue takutin kejadian... Ferry yang available berangkat jam 18.30 dari sing... Alamaaaaak!!!! Apa yang mesti gue lakuin untuk ngabisin 4 jam sebelum berangkat??

Ya udah, apa lagi kalo bukan nyebrang ke vivo city and terpaksa sedekahin duit gaji untuk sepasang sendal Charles & Keith, polo shirt Hangten, cardigan GAP and beberapa kotak coklat.. (halah.. padahal emang dasar mata gue aja yang gak bisa liat tulisan SALE di estalase toko!!). And gue sempet juga sih duduk di kursi-kursi yang disediain untuk para customer yang kecapekan (seperti sayah...). Dengan berbekal vanilla latte-nya starbuck (damned you James, gue jadi suka ngupi begini!!!), gue ikutan lah duduk bersama bapak, ibu, om, tante, nenek and para babysitter... :P.(tapi ntar aja gue ceritain pandangan mata selama gue nunggu 4 jam di vivo)

Jam 17.00 gue udah mulai ngantri untuk check in. Masya Allah, panjangnya itu antrian...Belom lagi ngantri untuk chop di imigrasinya.. Kayak uler-melingker-diatas-pager-muter-muter!!! Akhirnya jam 18.30 gue berangkat ke Batam. Penuin gak ada, diganti ama Waterfront. Masya Allah.... lambreta lambada bambang dah!!! Mestinya perjalanan cuma 1 jam, ini hampir 2 jam. Dengan alasan ferry-nya full, jadi kudu pelan jalannya. Tapi yang nyebelin adalah... AC mereka rusak!!! Jadi selama hampir 2 jam itu kita dikasih kipas angin yang ngebuat sakit kepala!!!!

Nah, tadi pas gue balik lagi ke sing, gue udah antisipasi nih, bakalan penuh lagi ferrynya. Jadi jam 2.30 gue udah ke port untuk beli ticket. And, WHAT??? Kejadian kayak di sing keulang lagi. Ferry yang available cuma jam 19.55. Bayangin aja, ferry yang jam 15.00 ampe jam 18.30 udah fully booked... Ada apa sih ama orang-orang ini, kok pada pulang dihari yang bersamaan ama gue?? Apa mereka mo minta tandatangan?? hehehe... Ya sutra, abis magrib gue berangkat dari rumah. And ferry-nya??? Masya Allah, (lagi...). Kalo pas dari Sing-Batam lambreta lambada bambang, kali ini ngebut-but-udah kayak orang yang kebelet pipis. Mana jumping-jumping gak puguh. Trus miring kiri-miring kanan, yang menyebabkan sebagian besar penumpang pada mabok!!! uuuuh, menyebalkan!!!!! Dimana-mana kecium aroma minyak angin ato balsem. Kalo balsem sih, gue masih suka aromanya. Kalo minyak angin?? Aduh, udah kebayang kayak naik bis AC trus ada orang yang makan jeruk.. (gak tau kenapa, gue paling kesel ama orang yang makan jeruk didalam bis ato apa pun yang bergerak..)

Akhirnya jam 11an gue nyampe apart dengan perut keroncongan (karena semua tempat makan di harbour pada tutup, yang buka cuma Mc'D, tapi ngantrinya??? Terima kasih deh..). Alhasil, nyampe apart, gue makan indomie kaldu+telor. Lumayan buat ngeganjel perut ampe pagi... :)

Ya sutra, sekarang gue mo tidur dulu ah. Besok peng-rodi-an dimulai lagi.. huhuhu... Gud nite all..

Friday, December 05, 2008

aca...aca...aca...

Tadi malem gue jalan ama anak kantor ke daerah Little India. Pertamanya sih dari Bugis. Trus tiba-tiba kepikiran aja mo ke Little India. Dengan modal pe-de doang, kita mulai lah jalan kaki dari daerah Bugis... tuk..tuk..tuk... jalan terus... eeeeh, ketemu Sim Lim... Ya udah, masuk sebentar 'menjenguk' camera idaman *uuh... sebagian gaji bulan ini, kudu direlakan untuk membawanya pulang nih...* Puas muter-muter, kita lanjut jalan lagi...

Nyebrang jalan... hhmmm... ada halte bis nih. Ya udah, celingak-celinguk melototin direction board, tapi ya... kok gak ada bis yang ke little India ya?? Apa jangan-jangan kita didaerah yang salah?? But, weeeits... kok banyak sekali orang India berkeliaran??? Tiba-tiba temen gue bilang, "gimana kalo kita ikutin darimana para india-he ini berasal??"... Ya udah, dengan modal pe-de (lagi), kita mulai lah berjalan ngikutin para india-he... And waalaaaa... Ketemu lho!!! Hahhaaha...

Jadi saudara-saudara, kalo lo dari SIM LIM, lo nyebrang aja dari sungai road, and kalo sejauh mata memandang kelihatan para india-he dimana-mana... Yakin lah, kalo lo udah nyampe di daerah Little India!!! :D

Btw, lebih baik jalan kesana pas malam hari. Kalo mo jalan siang-siang sih, boleh-boleh aja. Asal persiapan perang lo udah siap.
Such as :
1. Sapu tangan (untuk nutup idung)
2. Tissue (selain untuk ngelap keringet, juga bisa untuk nutup idung)
3. Cologne (untuk wangi-wangian, juga bisa dihirup ke idung)
4. Kipas (selain untuk kipas-kipas tentunya, bisa juga buat kipas-kipas idung)

Pokoknya apa pun bisa lo bawa, untuk nutup idung... hahaha.. sound hiperbola sekali ya?? Tapi, beneran lho!!! Semua itu ngebantu banget.. Secara lo jalan siang-siang ke daerah yang penuh dengan orang india... hehehe.. "Kalo gak kuat ama aromanya orang India, kenapa masih mau ke kampungnya orang India??" Uuups, bukannya gue anti pati ama orang india lho... Gak sama sekali.. Tapi dari pengalaman gue setelah beberapa kali kesana, emang lebih baik jalannya malam. Karena udara malam bisa 'menyamarkan' aroma mereka... hehehe...

Walo pun, pas masuk mustafa centre, gue masih suka nahan nafas kalo udah berpapasan dengan para india-he itu. And, kebayang dong, seberapa banyak gue mesti tahan nafas?? "Hellooo.... india gitu lho!!! aca...aca...aca..." hahaha... *pisss aaaah*

Tuesday, December 02, 2008

Friendster ??? Facebook ??

Facebook dan semua kemudahannya untuk memberi komentar. Photo, comment. Status, comment. Kalo emang commentnya bagus mah, gak apa-apa. Tapi kalo comment yang gue dapetin dari postingan 'my Note' beberapa minggu lalu?? Jaaaah, males banget dah!!! Tapi kalo dilihat dari comment sang 'penulis comment' itu, keliatan banget dah, kalo dia udah menggunakan dengan baik fasilitas comment... hehehe...

On other Facebook related issue, ternyata kebiasaan menambah teman yang tidak kita kenal itu masih ada aja ya? Ada sih temen-temen sekantor gue dulu yang...kayaknya pernah sesekali ketemu di kantin, ato barengan 1 bis jemputan, atau ketemu waktu berpapasan. Atau malah baru tahu namanya waktu nge-add di Facebook karena beda divisi. Tapi mereka juga nggak say hi atau menyapa sebelum meng-add.

Atau orang yang sama sekali nggak kita kenal bisa menemukan kita dari mana. Atau cuma nge-add karena punya nama depan yang sama. Dia bilang, pengen menambah temen aja, dari orang yang nama depannya sama seperti dia... *huuummpp...*

Waktu di Friendster sih, banyak yang gue suka accept. Tapi lama-lama kok jadi aneh ya. Gak kenal, kok di accept?? Di Facebook, gue suka kirimin message dulu satu-persatu kalo ada yang mo add. Yang jawabannya aneh-aneh, gak bakalan gue add. Cukup temen-temen yang gue kenal aja, yang bakalan jadi 'temen' gue. cukup deh basa-basi di Friendster. Toh, kalo mo nambah teman gak hanya melalui Facebook kan??

So, maap-maap aja deh buat yang mo nge-add, dengan alasan 'mo nambah teman karena nama depan sama'... Kayaknya gak penting lah hay... Tapi, kok ya, gue masih suka nge-add kalo mereka dari komunitas yang sama ya?? Seperti, kuliah ditempat yang sama.. Aduuuuh, gak konsisten iiih!!! *geleng-geleng kepala*

Monday, December 01, 2008

cerita senin siang...

Tadi siang gue chat ama temen satu kantor gue yang dulu, alias my 'tempat sampah' (was).. :P. Tiba-tiba dia bilang, "teteeeeh, gue abis kerampokan..." WHAT??? Gue yang langsung shock gitu ngedengernya. Kok bisa?? Gimana ceritanya??

Emang sih, nih cowok (eh, gue belom cerita kalo 'tempat sampah' gue itu seorang lelaki??)*hmm... last time i checked sih dia masih 'straight'*.. nih cowok, emang cowok metropolis banget. Alias maintenance abiiiis.. *uups... maaaf tuhan, udah nyela orang yang lagi kena musibah...*

Tapi, beneran lho, dia tuh lebih 'heboh' daripada cewek (especialy me...). Di kamar mandinya semua lengkap. Dari hand body ampe pelembab, dari after shave ampe parfum semua ada.. complete!!! And yang perlu dicatet.. SEMUANYA BRANDED!!!! Gila gak tuh!!! Gue rasa, dia juga punya sabun yang ber-merek... hmmm, ntar gue tanyain deh..

Barang-barangnya juga pastinya branded punya. Walo pun kadang kalo jalan ama dia, suka gue ledekin, tapi dia mah cuek aja. Tapi anaknya gak pelit-an. Lo mo semprot parfum Bvlgari-nya?? Boleh... Mo pake kaos Guess-nya?? silahkan. Asal jangan pinjem cardigan Zara-nya aja. Pasti mati-mati-an dia gak ngebolehin. Gak tau kenapa... Ada aji-aji-annya kali disana... hehehe..

Nah, waktu dia bilang kerampokan, gue sempet kaget juga. Gue yang langsung nanya, "lo kerampokan dimana? Taxi? Mall? Abis pulang dugem ya lo?? Pasti mabok deh" (secara dia masih demen clubbing..). Trus dia bilang, "gak teh, di kost. Tadi pagi, bangun tidur jam 9, udah ilang semua barangnya.." Waaaah... di kost?? Padahal gue tau gimana and dimana kost-nya. Dia ngekost di daerah setia budi, yang 1 bulannya kudu bayar 1,5juta rupiah, aja!!! (padahal, jaman gue ngekost, 280ribu, udah pake cuci + setrika!!, tapi itu mah, kagak pake AC and jaman baheula juga, kaleee..) :D.

Trus gue tanya lagi, "kok bisa? pas tidur dikost? lo tidur ama siapa? lo pernah kasih kunci ke siapa aja? emang gak dikunci kamarnya? Pasti lo mabok deh..?" (gue tanya 2x soal mabok, soalnya dia janji ama gue gak bakalan mabok lagi..). "gak... gue tidur jam 6.30, ama temen gue (gue mesti tanya, temennya itu cowok apa cewek... lumayan, buat bahan celaan lagi!!! hehehe). Tapi temen gue pergi jemput nyokapnya jam 7. Jadi kamar gak dikunci..".(hmm... apa jangan-jangan temennya yang ngambil?? hush.. jangan su'udzon ah..). Nah, dia bilang, bangun-bangun jam 9, semua barangnya ilang. Note book (HP yang layarnya bisa muter-muter itu.. huhuhu... kereeeen), HP-nya 2 biji, si blackberry and yang satu, baru beli 3 bulan lalu ama gue, kereeeen banget, N85 sexy red *uuh, i loveeeee red..*. Dompet and PS2-nya juga ilang... *glek*.. Tapi, yang anehnya satpam ato mbak-mbak yang jaga rumah juga gak ngeliat ato curiga...

And yang anehnya lagi, dia bilang waktu ngelapor ke polisi siangnya, ada anak kost juga, didaerah itu juga yang kehilangan persis ama dia. Gila bener sih... kok bisa???

Ya sutra, gue cerita aja ama dia soal kejadian waktu gue kehilangan dompet beserta tasnya dulu. Gue aja rugi 3juta. Nah, dia?? 30juta!!! Bujubune busyet... Gue aja yang kehilangan segitu nangis bombay... Apa lagi dia yak?? (eh, dia bilang gak bisa nangis, udah di coba, tapi tetep gak bisa)... aduuh!!!

Gue coba nenangin dia, mulai dari wejangan ibu-ibu, "Mungkin tuhan lagi negor lo untuk berpaling pada-Nya lagi. Mungkin akhir-akhir ini lo mulai lupa ama DIA. Gak pernah nyapa DIA. Gak pernah curhat ama DIA. Jadi dengan dikasih musibah ini, DIA mo negor lo. Supaya lo inget DIA lagi.." Ehh, dia masih gak terima...

Trus gue bilang aja apa yang temen-temen gue bilang waktu gue kehilangan dulu, "mungkin kontrak lo ama barang-barang lo itu udah abis. And mungkin ntar lo mo diganti yang lebih baik ama Tuhan.." dia masih gak terima juga. Ya udah, gue bilang aja 'kata-kata mutiara' yang pernah dikatakan ke gue waktu lalu. "maling kan juga punya keluarga, setiap hari anak-anaknya berdoa semoga bapaknya diberikan rezeki yang cukup untuk makan hari ini. Nah, doa anak-anak terlantarkan didengar ama Tuhan. Eeh, dikasih rezeki deh tuh dari elo..."... Akhirnya temen gue baru ketawa... hehehe.. (padahal, rasa sesak and gak rela mah, masih ada didada..) :P.

Tapi apa iya ya, tuhan ngabulin doa anak-anak yang punya sanak-saudara yang punya hobby nyopet, maling, rampok itu?? Tapi, buktinya iya tuh... Semua umat sama dimata-Nya. Gak pandang bulu, kaya-muda, miskin-kaya, cantik-jelek, hitam-putih, semuanya sama... Seperti yang dibilang mama pupus, kalo Tuhan ngeliat umatnya apa adanya. Tanpa embel-embel apa pun.. hhhmmpph... Semua yang terjadi didalam hidup kita adalah rahasia Tuhan. Kita gak tau apa yang direncanakan-Nya. Kita hanya menjalani hidup ini sebaik yang kita bisa. Toh, tugas manusia cuma 2 kan?? Berdoa and ikhtiar.. Masalah pahala, amal-baik udah ada yang ngurusin... :).

So, seperti kata Serius band... 'rocker juga manusia... jadi, maling juga manusia...' *halah, garing aaaah*