Pages

Subscribe Twitter

Friday, March 10, 2006

buat yang (sudah, akan, ingin) punya anak

From: nungki <nungki@ya...>
Reply-To: lightuponlight@yaho..
To: lightuponlight@yaho..
Date: Mar 10, 2006 4:42 PM
Subject: [lightuponlight] PERTANYAAN untuk ayah dan calon ayah


"I refuse to answer that question on the grounds that I don't know
the answer" —Douglas Adams

Punya anak tentu mengubah banyak hal. Diantara banyak hal itu salah
satunya yang kepikiran sama gue adalah bagaimana secara otomatis otak
si ayah dan ibu memasukkan faktor anak dalam semua pertimbangan dan
keputusannya sekarang.

Setiap hal yang kira-kira ada di depan mata dipersiapkan dan
dibayangkan.

Bagaimana nanti kalo dia sudah besar? Apa yang akan dia suka? Yang
dia tidak suka? Bisa ga nanti dia diatur? Akan aman ga nyimpen DVD-
DVD lagi di rak bawah?

Dan banyak persiapan, pertanyaan dan bayangan lagi yang muncul. Yes,
some are concerns, but mostly happy thoughts hehe.

Kalo buat gue, diantara banyak persiapan menghadapi Gala besar nanti,
adalah bagaimana menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang
mungkin dia tanyakan.

Pertanyaan-pertanyaan besar. BIG-LIFE-CHANGING-QUESTIONS.

Bagaimana menjawabnya. Bagaimana menerangkannya.

Gue yakin para bapak-bapak yang udah lebih berpengalaman pasti udah
biasa ditanyain anak-anaknya. Cuma daripada nanti gue bisa
jawab "Tanya aja sama mama!" dari sekarang gue udah mereka-reka kira-
kira jawaban gue bakal seperti apa, sudut pandangnya dari mana, se-
elaborate apa kedalaman bahasannya, dan misalnya apa gue akan memberi
jawaban pasti atau gue cuma akan memberi hint-hint aja dan membiarkan
dia mencari kesimpulan sendiri.

Hal-hal semacam itulah.

Untuk pertanyaan "ringan" gue akan menggantungkan diri pada kemampuan
gue berimprovisasi aja, jadi gue cuma mempersiapin jawaban buat
pertanyaan-pertanyaan yang "penting-penting" aja, seperti:

KENAPA ADA BAYI?
Gini Ga, hampir semua spesies di dunia ini terdiri dari dua jenis
kelamin, yaitu jantan dan betina. Masing-masing kelamin dibedakan
oleh alat kelaminnya. Di spesies kita manusia kita menyebutnya Laki-
Laki untuk mereka yang berkelamin jantan dan Perempuan untuk yang
berkelamin betina.

Dua jenis kelamin ini dibutuhkan agar setiap spesies bisa melakukan
proses reproduksi, agar spesies ini tetap langgeng, karena kita
memiliki periode waktu hidup yang terbatas. Proses reproduksi yang
melibatkan dua jenis kelamin inilah yang menghasilkan sebuah mahluk
baru dengan spesies yang sama.

Mahluk baru ini yang kita sebut bayi.

Jadi kesimpulannya, bayi datang karena manusia tidak hidup selamanya.


KENAPA ADA ORANG MISKIN?
Gini Ga, pertama kita harus tau apa definisi miskin tadi. Secara
sederhana kita bisa definisikan bahwa miskin berarti kekurangan. Ini
adalah hal yang lucu karena dengan teknologi yang sudah kita, sebagai
spesies capai, sebenarnya sumber daya untuk memenuhi kebutuhan
manusia sudah berlebih.

Karena itu penyebab kemiskinan adalah bukannya tidak ada benda untuk
dikonsumsi, tapi akses terhadap benda-benda ini yang secara sengaja
dan tidak sengaja dibuat terbatas dan dibatasi.

Ini terjadi karena KATANYA persaingan diantara manusia itu bagus
untuk seluruh umat manusia, dan yang namanya persaingan akan selalu
menghasilkan mereka yang menang dan mereka yang kalah.

Jadi kesimpulannya, kemiskinan adalah buatan manusia sendiri, dan
keberadaannya sampai sekarang karena sengaja diadakan.


TUHAN ITU APA?
Gini Ga, Tuhan adalah sebuah konsep yang mengatakan bahwa ada seorang
Pencipta yang menciptakan seluruh isi alam semesta ini. Alam semesta
sendiri adalah sebuah ruang yang sangat luas hingga berada di luar
imajinasi kita untuk membayangkannya.

Celakanya, tidak ada buku panduan dan howto's yang menerangkan kenapa
alam semesta ini ada. Pengetahuan yang kita kumpulkan sampai sekarang
juga belum bisa menjelaskan hal ini, terciptanya alam ini aja kita
baru mengira-ngira dan masih diperdebatkan.

Begitu dashyatnya alam semesta ini hingga manusia berasumsi bahwa
PASTI ADA maksudnya kenapa alam ini muncul disini. Pasti ada
maksudnya, pasti ada yang membuat.

Jadi TUHAN itu adalah ketidaktahuan, gitu Ga yaa.


Sampai disini, gue harus berenti dan merasa ga sanggup lagi jadi
seorang ayah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan anaknya. Untung
gue melihat sebuah sisi cerah dari masalah yang akan gue hadapi ini
dari pengalaman gue sendiri waktu kecil.

RASANYA YAA, rasanya nih, gue waktu kecil dulu ga pernah nanya
pertanyaan-pertanyaan seperti itu. :p

Pertanyaan gue paling cerdas waktu kecil biasanya melibatkan
permintaan untuk dibeliin buku atau maenan, dan dalam format seperti
ini:

"Beliin ITU boleh ya ma? Ya ma? YA MA? Yama yama? Yamaya?"

Dan rasanya gue inget jawabannya dulu juga ga ribet-ribet amat. :D

Jadi dari situ gue berasumsi kalo nanti anak gue juga ga akan
mengajukan pertanyaan yang susah-susah amat.

Dan lagi, kalo emang iya dia nanya pertanyaan yang begitu mengagetkan
sampe gue ga bisa jawab, gue punya jawaban ampuh buat dia. One answer
to answer them ALL!

"Papa,....... Tuhan itu apa?"

"Tanya aja sama mama sana!"

:p :p


semoga bermanfaat



btw, Nungki itu mas, bukan mbak :D

No comments: