Pages

Subscribe Twitter

Tuesday, November 08, 2016

08 Nov 2016 – Test Lab kedua




Kali ini beneran jalan ke puskesmas kelurahan Bangka. Secara udah nanya ama petugasnya apakah lab buka hari Selasa, dan mereka meng-iyakan. Bismillah.. semoga lancar!

Nyampe lab jam 10 kurang, nunggu 3orang langsung dipanggil keruang bidan dulu, trus nunggu lagi buat ambil darah dan urine.

Perkiraan jam 12an baru kelar, ternyata jam 11an nama gueudah dipanggil. Gak kedengeran pula! Baru ngambil hasil lab jam 11.30. Kalo tau gitu pan gue bisa pulang lebih cepet ya.. secara udah lapeer banget.

Mau makan, gak enak diruangan AC. Mau makan diluar, gak enak karena rame. Ya syudah, tunggu aja lah.

Nyampe unit, langsung makan, trus jalan ke CS buat ngambil surat keterangan huni. Lanjut ke kelurahan buat ngasih persyaratan yang diminta mereka.
Gak ribet juga lho kalo mau bikin KTP dan KK. Kalo persyaratannya lengkap, semua bakalan mudah. 

Nih ya, persyaratan untuk bikin KTP dan KK DKI Jakarta:

1.    Surat pindah dari domisili asal
2.    Surat keterangan domisili dari pengelola (suami istri) - untuk yang tinggal di apartment
3.    Surat pengantar dari RT dan RW
4.    Fotocopy buku nikah (salah satunya, full book)
(semua berkas di fotocopy 1x)

Karena kelurahan Kalibata belom ada RT RW-nya, mereka akan bantu untuk mengurus hal ini. Cukup tunggu 2 minggu hari kerja, nanti bisa di hubungi apakah KTP sudah aktif apa belom.
Soalnya pihak kelurahan bilang, nunggu KTP yang udah jadi rada lama, karena blanko dari pusat juga rada lama. Jadi, nanti kita dikasih surat keterangan kalo KTP yang asli masih dalam proses cetak.

KK juga akan diberikan ketika KTP yang asli udah dicetak. Jadi kemungkinan abis gue lahiran lah ya.

Persyaratan untuk bikin Akte Lahir :

1.    Surat pengantar RT RW
2.    Surat kelahiran dari RS / bidan
3.    Foto copy KTP orangtua
4.    Fotocopy KTP 2 orang saksi (KTP DKI)
5.    Fotocopy buku nikah/Akta nikah (lengkap 1 buku)
6.    Kartu Keluarga (KK) Asli
(semua berkas di fotocopy 1x)

Pertama yang rada ribet sih ngurus surat pindah domisili itu. Karena di Batam Cuma ada Cha-cha. Tau sendiri gimana susahnya minta tolong dia. Beeeuuhh..

But, Alhamdulillah, Allah maha pendengar doa ya. Disetiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Tetiba aja si Joni nelp gue, minta dikirimin KTP asli. Ternyata dia yang ngurus. Alhamdulillaaaahhh..

Ngirimin dia duit jalan, tanggal 28 Oct lalu, documentnya udah gue terima. Jadi gue bisa ngurus-ngurus buat keperluan si adek..

Alhamdulillah ya dek.. Allah masih memberikan kemudahan untuk kita.. 

Btw, hasil lab gue semuanya normal, kecuali leukosit yang lebih tinggi dari nilai normal. Mestinya untuk wanita dewasa range 4500 – 11.000, gue mencapai 12,900.. *tutup-muka* Ya Allah..

Nyampe unit, langsung gugel.. dan ini katanya :

Penyebab Leukosit Tinggi Banyak yang tahu bahwa leukosit tinggi biasanya disebabkan oleh infeksi, namun nayatanya ada banyak penyebab lain kenapa leukosit bisa tinggi, sebagai berikut: Infeksi. Hitung jumlah leukosit (leukositosis) sering meningkat akibat dari infeksi. Baik infeksi umum yang terjadi pada tubuh yang biasanya ditandai dengan demam, atau infeksi dan peradangan yang terjadi pada sumsum tulang yang memproduksi leukosit. Infeksi bakteri dan virus tertentu dapat memicu terjadinya leukositosis. Alergi. Leukositosis juga terkait dengan reaksi kekebalan tubuh yang berupa hipersensitifitas atau alergi, misalnya pada seseorang yang memiliki asma dan serangan alergi lainnya. Penyakit Sum-sum Tulang. Beberapa kasus leukositosis yang paling serius dan mengancam kehidupan yaitu yang berhubungan dengan penyakit sumsum tulang. Kanker. Ketika ditemukan leukosit tinggi lebih dari 30.000 per mm kubik, hal bisa disebabkan oleh adanya keganasan atau kanker pada sumsum tulang yang mendasari, termasuk leukemia atau kanker darah. Penyebab Lainnya. Penyebab leukosit tinggi lainnya termasuk stres fisik dan psikis, asupan obat-obatan tertentu seperti lithium dan beta agonis, operasi pengangkatan limpa, anemia hemolitik.
Sumber: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis) - Mediskus

Penyebab Leukosit Tinggi Banyak yang tahu bahwa leukosit tinggi biasanya disebabkan oleh infeksi, namun nayatanya ada banyak penyebab lain kenapa leukosit bisa tinggi, sebagai berikut: Infeksi. Hitung jumlah leukosit (leukositosis) sering meningkat akibat dari infeksi. Baik infeksi umum yang terjadi pada tubuh yang biasanya ditandai dengan demam, atau infeksi dan peradangan yang terjadi pada sumsum tulang yang memproduksi leukosit. Infeksi bakteri dan virus tertentu dapat memicu terjadinya leukositosis. Alergi. Leukositosis juga terkait dengan reaksi kekebalan tubuh yang berupa hipersensitifitas atau alergi, misalnya pada seseorang yang memiliki asma dan serangan alergi lainnya. Penyakit Sum-sum Tulang. Beberapa kasus leukositosis yang paling serius dan mengancam kehidupan yaitu yang berhubungan dengan penyakit sumsum tulang. Kanker. Ketika ditemukan leukosit tinggi lebih dari 30.000 per mm kubik, hal bisa disebabkan oleh adanya keganasan atau kanker pada sumsum tulang yang mendasari, termasuk leukemia atau kanker darah. Penyebab Lainnya. Penyebab leukosit tinggi lainnya termasuk stres fisik dan psikis, asupan obat-obatan tertentu seperti lithium dan beta agonis, operasi pengangkatan limpa, anemia hemolitik.
Sumber: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis) - Mediskus

 Penyebab leukosit tinggi pada urin

peningkatan kadar leukosit dalam urin bisa di sebabkan karena adanya infeksi pada ginjal ,dalam hal ini infeksi tersebut umunya terjadi pada saluran kemih yang kemudian menyebar ,Penyakit infeksi pada ginjal ini sering terjadi terhadap orang yang memiliki imun yang rendah kemudian yang selanjutnya adalah karena infeksi kandung kemih atau sisitis dan hal ini juga merupakan salah satu penyebab dari tinggi nya leukosit pada urin.
 
Kehamilan,pada saat kehamilan protein dan leukosit dalam urini akan sangat umum di temukan ,jika hal ini terus terjadi maka sangat di anjurkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Menahan kecing ,dengan menahan kencing kandung kemih seseorang akan melemah hal ini akrena kandung kemih tidak akan kompeten dalam mengosongkan diri sepenuhnya sehingga urin sisa yang  tak terbuang akan menyebabkan infeksi bakteri.
 
Terjadi sumbatan di sistem saluran kemih yang bisa menyebabkan hematuria.
 
Hubungan seksual,hunbungan seksual dapat menimbulkan bakteri ke uretra yang pada akhirnya menimbulkan infeksi.

Mungkin ada infeksi dalam saluran kemih gw. Tapi kata dokter harus ngurangin makan yang manis dan asin. Karena ternyata Farah juga begitu. Secara dia bilang, kaki gue yang bengkak aja melebihi waktu dia hamil dulu. Bengkaknya mbak Yayuk juga gak sebesar gue. Padahal berat badan mbak yayuk udah mencapai 55kg. (eh, bb tuh ada hubungannya ama lekosit gak sih?) hahaha.. sotoy amat ya saya..

Waktu gue cerita ama dia, kalo gue gak suka makanan manis, dia bilang bukan karena itu aja. Karena kita makan beras putih yang nota bene udah tinggi kadar gulanya. Eh, karbohidratnya. Mana belakangan ini napsu makan gue emang lagi bagus-bagusnya. Secara disuruh naikin berat badan mulu ama ayah, bunda dan abang.

Trus kata Farah, roti juga harus diganti dengan roti gandum. Kalo diinget-inget, emang gue suka ngemil roti sobek yang 3 rasa itu lho.. rasa sarikaya, coklat ama keju. Kan enak ya kalo laper malem-malem ngemil itu. *tutup-muka*

So, mulai hari ini gue harus diet gula dan asin. Farah juga langsung campur berasnya dengan beras merah. Masih perbandingan 2:1 sih. Alasannya juga, mereka jarang olahraga. Jadi gak balance antara makan dan gerak tubuh. Gerak rahang aka olahraga rahang mah iya. Hahaha..

Semoga bisa turun kadar leukosit ibu ya nak.. jadi kita berdua sehat. Aamiin..
Selain itu gak ada yang mengkhawatirkan. Protein dalam urine gue normal. Jadi gak ada gejala preeklamsia. Tapi info mengenai kadar leukosit pada ibu hamil bisa dibaca disini. Dan gw juga gugel cara membaca hasil lab. Bisa di klik kalo penasaran.

Nanti gue cerita sedikit deh tentang preeklamsia itu. Sekarang mo makan dulu. Farah bikin ikan asin balado. Ya Allah, berat banget cobaan gue hari ini ya. Makannya iya, pake beras merah. Tapi lauknya ikan asin balado. Begimana mo diet iniihh… *sigh* *tapi-tetep-bersyukur* Alhamdulillah masih bisa makan enak..

Rabu malam gue dianterin Farah ke pesanggrahan lagi. Diajak jalan dulu beli material di BSD, trus makan sushi di Aeon (akhirnya kesampean), baru ke pesanggrahan.

Abati udah nyampe duluan dirumah. Mbak Fio udah mulai demam lagi. Sempet diomelin ibunya karena makan siangnya gak abis.

Jenong seperti biasa cengengesan dan ngomong gak berhenti. Hihihi..




No comments: